Jakarta Biennale 2021 – ESOK

Museum Kebangkitan Nasional (National Awakening Museum) - STOVIA
21 November 2021 - 21 January 2022

Susur Leluri

 

Susur Leluri merupakan sebuah instalasi interaktif yang memadukan unsur permainan kartu, dan juga video animasi yang menjelajahi kisah Cikal, seekor kancil yang ingin menggali masa lalu leluhurnya dalam pertikaian yang terjadi di hutan tempatnya tinggal. Pengunjung dibebaskan untuk menentukan pilihannya sendiri dalam permainan kartu yang memiliki konsekuensi dalam kelanjutan alur cerita. Pilihan pemain akan berujung pada salah satu dari tiga alur cerita yang berbeda yang menentukan apakah Cikal akan membalas penindasan yang diderita kawan-kawannya, bergabung dengan lawannya dan meninggalkan kawannya, atau justru pergi dari seluruh kekisruhan dan meninggalkan tempat tinggalnya.

 

Kisah Cikal merupakan fabel lanjutan dari karya Hikayat Wanatentrem (2018) yang dibuat berdasarkan tragedi kemanusiaan di Indonesia tahun 1965-1966 yang menjadi lembaran hitam sejarah bangsa dan masih meninggalkan sejuta misteri hingga hari ini. Alih-alih menceritakan polemik ini melalui narasi besar sejarah, karya ini menawarkan perspektif lain melalui cerita partikelir dari sudut korban dan keluarganya yang dikemas dalam karya seni interaktif.

 

Cikal merupakan representasi dari jutaan warga Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa 1965 yang awam terhadap intrik-intrik politik namun merasakan perubahaan besar yang terjadi begitu cepat pada hampir seluruh aspek sosio-kultural dalam kesehariannya. Semenjak peristiwa 1965, para korban dan keluarganya terpaksa melalui masa yang dipenuhi dengan kekalutan, kecemasan, dan penuh kecurigaan.

Penggunaan metafora sebagai penggambaran sejarah merupakan pilihan yang memungkinkan kisah ini dicerna oleh berbagai kalangan dan usia. Hal ini juga menggambarkan betapa luasnya khazanah sejarah dalam peristiwa 1965. Susur Leluri, secara simbolis mengembalikan kedaulatan individu dalam memaknai sejarah. Lewat permainan peran dan pilihan yang dibuat dalam karya ini, kita diajak untuk mengalami bahwa sejarah bukan persoalan yang dapat diurai secara sederhana, tetapi merupakan jalinan dari ribuan pilihan yang diambil oleh masing-masing individu.